TALKSHOW SUKSES BERSAMA JORDAN PLASTIK "BRANDING"




SEMANGAT PAGI....

Bagaimana kabar kalian hari ini ?

Hari kemarin saya sudah sempat mengingatkan kepada kalian melalui Facebook untuk mendengarkan acara kami yaitu acaraTalkShow di @radioidolasemarang. Terimakasih untuk kalian yang sudah mendengarkan dan sudah sempat sharing langsung melalui telepon, BBM, WA dan kalian pasti tau kan siapa pembawa materi dan bintang tamunya ? ya.. betul pembawa materi adalah Bapak @daniellukito dan yang menjadi bintang tamunya adalah Bapak pujiono (pemilik produk sirup kawis dan limun dengan merek Dewa Burung).

Nah. Untuk kalian yang tidak sempat mendengarkan acara kami kemarin sore jangan khawatir ! disini kami akan share apa aja sih yang dibicarakan oleh Bapak @Daniellukito mengenai materi Branding kemarin.

“ kalau bicara tentang brand atau merek dagang adalah sebuah nama yang digunakan baik oleh produsen, maupun oleh konsumen, untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya yang sejenis. Namun merek dagang, atau yang juga disebut dengan brand, fungsinya masih jauh dari itu dalam pengembangan bisnis kita.

Strategi branding yang efektif dapat memberikan kita keunggulan besar di dalam kondisi pesaingan yang semakin sengit.

Kalau dikatankan dengan sederhana, Brand adalah sebuah janji yang kita berikan pada pelanggan kita. Kita memberi tahu pelanggan apa yang dapat mereka harapkan dari produk kita, dan bagaimana penawaran kita berbeda dengan produk lain yang sejenis. Jadi kalau yang sebelumnya hanya membedakan produknya, maka dalam definisi ini, yang berbeda adalah penawarannya. Di dalam penawaran tersebut termasuk: produk, jasa, layanan, emosi, logika, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, definisi tersebut masih terlalu naif, karena berpusat pada apa yang diinginkan produsen, bukan pada apa yang diperoleh pelanggan. Oleh sebab itu, saya lebih menyulai definisi dari Brand sebagai: apa yang diakui oleh pelanggan diterima dari kita melalui produk, layanan, user experience, dan lain sebagainya.

Di dalam membangun brand kita perlu waspada, apakah brand yang hendak kita bangun ini meliliki arti yang sama atau tidak di hadapan pelanggan. Kadang yang terjadi adalah misalnya brand A ingin dikenal sebagai produk berkualitas tinggi, dan memberikan prestise pada penggunanya. Namun di lapangan yang menancap di kepala pelanggan adalah Brand A ini produknya mahal, petugas pelayanannya sombong, keluhan tidak pernah ditanggapi. Dari dua hal ini mana yang menjadi Brand produk A? Dari sisi produsen atau dari sisi pelanggan? Tentu saja yang dari sisi pelanggan adalah Brand dari produk A.

Dalam membangun sebuah brand, yang dikejar adalah sesuatu yang disebut brand equity. Makhluk apa itu Brand Equity ? Brand Equity adalah sebuah konsep dimana sebuah Brand memiliki nilai bagi perusahaan dan menjadi aset bagi perusahaan. Bagaimana memiliki nilai sebuah brand ? jika sebuah produk dipasang sembarang merek dan laku dijual dengan harga Rp 10.000,- lalu sebuah perusahaan yang memproduksi produk yang sama mampu menjual dengan harga Rp 12.000,- dengan menggunakan brand B, misalnya. Maka nilai brand B tersebut adalah Rp 2.000,- per produk. Jika produsen brand B memproduksi sebanyak 10.000 per bulan, maka dalam setahun produk yang diproduksi dengan menggunakan brand B ada sekitar 120.000 buah. Angka tersebut dikalikan dengan Rp 2.000,- per produk, menjadi RP 240 juta setahun. Nah angka Rp 240 juta per tahun ini adalah angka perhitungan kasar untuk nilai brand tersebut.

Sesuatu yang sudah diberikan nilai, memiliki nilai jual. Berapa nilai jual sebuah brand ? kira-kira 10 tahun kekuatan menghasilkannya. Dalam contoh di atas berarti 10 x Rp 240 juta, yaitu Rp 2.4 milyar adalah nilai taksiran kasar untuk brand B.

Lalu bagaimana jika brand C, misalnya mengambil positioning harga paling murah di pasar ? tidak ada selisihnya yang bisa dihitung sebagai brand equity, apakah lalu berarti brand ini tidak mempunyai nilai jual ? tidak juga, brand C ini masih memiliki nilai jual, hanya saja nilai jualnya tidak dapat dihitung secara matematis, dan lebih pada penilaian secara emosional. Seberapa lekat pelanggan dengan brand C ini, bagaimana nilai historisnya, dan lain sebagainya. Biasanya brand yang dinilai dari jenis ini, dinilai dari keuntungan bisnisnya, dan jarang dibeli hanya mereknya saja, biasanya dibeli sekaligus dengan bisnisnya atau perusahaannya.

Setelah kita memahami istilah Brand dan Brand Equit , sekarang kita masuk ke istilah Branding. Istilah branding seringkali disalah artikan sebagai kegiatan mempromosikan sebuah produk. Pengertian ini masih belum lengkap. Kalau menurut definisi yang saya sukai, branding adalah kegiatan untuk membangun brand equity. Branding adalah kegiatan untuk memastikan nilai yang terkandung di dalam brand kita semakin lama semakin tinggi, sehingga harapannya suatu saat akan tercapai posisi apapun produknya, asal ada brand X ini tercantum di kemasannya, maka pasti laku.

Kegiatan membangun branding adalah kegiatan terintegrasi dari berbagai kegiatan internal perusahaan hingga dimunculkan keluar dan diterima oleh konsumen dan masyarakat. Sebuah komitmen yang dijaga terus menerus secara konsisten dan berulang kali dapat dibuktikan dan ditunjukkan pada masyarakat.”

Itu tadi isi materi dari Bpk @daniellukito mengenai Branding. Bagaimana menarik bukan ?

Tunggu siaran kami selanjutnya ya kak di hari dan waktu yang sama. Tepatnya besok tanggan 23 maret 2017 pukul 3-4 sore dan pastinya dengan materi baru yang tidak kalah menariknya. Semoga bermanfaat ;-)

 

Salam Dahsyat

CV Jordan plastics semarang







Jordan Plastics

Jl.Industri 18 No.420

Semarang - 50111

 

Telp  : +62(24) 65  833  83

Fax  : +62 (24) 658  13  77

 

Nadia : 085.740.982.294 

    D033F304

Elis  : 0821.3812.0741

  D2676AA8

Email : contact@jordan-plastics.com

website : www.jordan-plastics.com

 


Kunjungan hari ini : 193
Total pengunjung : 62088
Hits hari ini : 193
Total Hits : 174482
Pengunjung Online: 1