TALKSHOW SUKSES BERSAMA JORDAN PLASTIK "PERIJINAN"




Sekarang banyak temen teman yang mulai berwirausaha, baik di bidang  makanan dan minuman, fashion, handycraft, sablon, dll. Dari barbagai macam usaha itu yang paling banyak, masuk ke bidang makanan. Karena memang bisnis bidang itu sangat menggiurkan,  demand nya banyak. Buktinya apa? Di Facebook kita bisa lihat banyak sekali grup2 kuliner yang mereview tentang makanan. Tak jarang mereka sampai bikin festival kuliner. juga Bisa dilihat di event car free day, pasti ada jualan makanan. Dan ini  Ga cuman CFD di semarang, di kota kota lain pun,setiap ada  event CFD pasti ada stand makanan. Baik itu makanan besar maupun makanan ringan.

Dengan banyaknya pengusaha di bidang makanan, pemerintah berusaha melindungi masyarakat dari produk makanan yang tidak layak edar, tidak sehat, dan tidak aman dengan mengeluarkan aturan bahwa makanan yang beredar harus mempunyai ijin. Karena jika produk makanan tidak sehat sampai ke pelanggan dan dikonsumsi bisa-bisa mengakibatkan pelanggan jadi sakit atau malah meninggal.

Sekilas kita lihat bahwa perijinan-perijinan tersebut memberatkan ukm, namun sebenarnya ada sisi positifnya bagi pelaku ukm

Apa segi positifnya ?

Yang pertama, Dengan mengikuti aturan perijinan yang ada maka ada rasa aman dalam diri kita dalam melaksanakan usaha. Ambil contoh gampang, misalakan  naik motor nih, eh ternyata SIM dan STNK ketinggalan, maka selama perjalanan merasa was-was.  Nah begitu juga dalam berwirausaha, jika tidak mengikuti aturan yang ada maka runag gerak usaha akan terbatas. jika tidak ada izin, pemerintah bisa lho menutup usaha kita bahkan bisa juga ada sangsi pidana. Eman eman lho kalo usaha sudah berjalan lancar kemudian tiba tiba ditutup gara gara ga punya ijin tertentu.

Yang kedua, Masyarakat dewasa ini pintar, sehingga dalam memilih produk, terutama makanan / minuman, menjadi sangat pemilih. konsumen saat ini sangat perhatian terhadap keamanan pangan, sehigga mereka meneliti terlebih dahulu tanggal ekspirednya, komposisi bahan, perijinan, logo halal, dll.  Mereka merasa yakin jika produk sudah mempunyai sertifikat perijinan pangan misalnya ada PIRT nya, ada logo halalnya,atau ada ijin dari BPOM nya. Dengan produk yang sudah berijin makan ki konsumen akan lebih yakin dengan produk kita dan jika kita mau memasukkan produk kita ke supermarket, supermarket pasti menenyakan mengenai perijinan, minimal produk harus mempunyai iji p-irt.

Yang ketiga Bagi  wirausaha pemula saat ini ada yang namanya i-umk. Singkatan dari ijin usaha mikro kecil. I-umk ini merupakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pengusaha mikro kecil. Dengan mendatkan iumk maka kita sudah masuk ke database pemerintah sebagai pengusaha ikro keci.  Sehingga kita berhak untuk mendapatkan pendampingan dan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan ke lembaga keuangan. Gampangnya jika sudah punya iumk maka kita lebih berkesampatan untuk ikut pameran- pameran yang diadakan pemerintah dan lebih gampang kalo mengajukan kredit ke bank.

Lalu timbul pertanyaan, Perijinan apa yang diperlukan untuk umkm?

#i-umk.  I-umk ini sesuai dengan namanya izin usaha mikro dan kecil maka izin ini hanya bagi usaha mikro dan kecil.

Apa dasar penggolongan usaha mikro dan kecil ? Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 usaha mikro adalah unit usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan) atau memiliki nilai penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta;

usaha kecil adalah unit usaha dengan kekayaan bersih antara Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan atau memiliki nilai penjualan tahunan Rp 300 juta sampai dengan paling banyak Rp 2,5 milyar.

Syarat pengajuan IUMK: pengantar dari RT, FC KTP, FC KK, foto 4x6 2 lbr, mengisi formulir. Berkas ke dimasukkan ke kelurahan, kemudian kecamatan kemudian selesai. Tingganl menunggu keluar sertifikat. Sangat simpel, sangat mudah dan tanpa biaya. Nanti bu mira bisa lebih bisa bercerita pengalaman beliau dalam pengurusan iumk.

Bagi umkm  yang punya produk makanan masih ada ijin yang diperlukan yaitu p-irt.

Selain itu, terdapat sertifikasi berupa PIRT. Nomor PIRT ini dipergunakan untuk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan atau keawetan diatas 7 hari. Nomor PIRT berlaku selama 5 tahun dan setelahnya dapat diperpanjang.

 

Izin PIRT tidak dapat dikeluarkan apabila bahan yang diproduksi adalah:

1.                  Susu dan hasil olahannya;

2.                  Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses penyimpanan dan atau penyimpanan beku;

3.             Makanan kaleng;

4.             Makanan bayi;

5.             Minuman beralkohol;

6.             AMDK (Air Minum Dalam Kemasan);

7.             Makanan / Minuman yang wajib memenuhi persyaratan SNI;

8.             Makanan / Minuman yang ditetapkan oleh Badan POM.

Syarat syarat

  1. Mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan
  2. Mengisi formulir permohonan izin PIRT
  3. Foto copy KTP, 1 lembar
  4. Pas foto 3 x 4, 3 lembar
  5. Menyertakan rancangan label Makanan / Minuman

 

Prosedur

  1. Mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan .formulir sudah disiapkan oleh dinkes.
  2. Pemeriksaan berkas (1 hari) Persetujuan Kadinkes (1 hari)
  3. Penyuluhan oleh dinkes. Biasanya penyuluhan bisa dilaksanakan jika ada kuota peserta mencapai 40 orang. Jumlah kuota ini berbeda antar tiap daerah. Biasanya menunggu kuota agar terpenuhi inilah yang agak lama.
  4. Pemeriksaan sarana, akan ada visitasi dari dinkes ke rumah untuk melihat proses produksi secara langsung.
  5. Penyerahan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga .

 

Jadi untuk pelaku umkm yang  bergerak dibidang pangan memerlukan iumk dan pirt.

 







Jordan Plastics

Jl.Industri 18 No.420

Semarang - 50111

 

Telp  : +62(24) 65  833  83

Fax  : +62 (24) 658  13  77

 

Nadia : 085.740.982.294 

    D033F304

Elis  : 0821.3812.0741

  D2676AA8

Email : contact@jordan-plastics.com

website : www.jordan-plastics.com

 


Kunjungan hari ini : 167
Total pengunjung : 62088
Hits hari ini : 167
Total Hits : 174456
Pengunjung Online: 1